Mengingat Masa Lalu 1 title

Kehidupan Di Dunia Bagaikan Mimpi, Akhiratlah Yang Nyata

Mengingat Masa Lalu 2 title

Kehidupan Di Dunia Bagaikan Mimpi, Akhiratlah Yang Nyata

Mengingat Masa Lalu 3 title

Kehidupan Di Dunia Bagaikan Mimpi, Akhiratlah Yang Nyata

Mengingat Masa Lalu 4 title

Kehidupan Di Dunia Bagaikan Mimpi, Akhiratlah Yang Nyata

Mengingat Masa Lalu 5 title

Kehidupan Di Dunia Bagaikan Mimpi, Akhiratlah Yang Nyata

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2014

Pengumuman Hasil Tes Santri Baru Ponpes Babun Najah 10 Juni 2014

PENGUMUMAN HASIL TES SANTRI BARU PESANTREN MODERN BABUN NAJAH
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Kamis, 29 Mei 2014

Misteri Tukang Parkir Aceh

Geram palak campur emosional, itulah gambaran sekarang di Aceh akibat ulah tukan parkir yang makin meraja lela disetiap pertokoan dan Super Market di Aceh. Pasar Aceh mungkin sudah kita maklumi banyak tukang parkir berkeliaran dengan baju kebesarannya demi menertipkan kenderaan yang semerautan, tapi ini tingkat Ulee Kareng saja tukang parkir hampir setiap Toko, Kedai dan Warung Kopi ada. Ini bukan melecehkan para parkiran, karna kita tau mereka juga manusia yang mencarikan nafkah untuk keluarga dengan cara yang Halal dan Thaibah penuh dengan harapan dari kita sebagai pengendara yang memarkirkan kereta didepan Swalayan, Toko dan sebagainya.

Kamis, 21 Juni 2012

Pemain Bola Yang Taat

Menjadi minoritas bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi jika itu terkait keyakinan. Dibutuhkan ketahanan mental, keyakinan yang kuat serta kemampuan beradaptasi yang ekstra untuk tetap eksis sebagai minoritas. Itulah kira-kira tantangan yang dihadapi oleh para pemain bola Muslim di kancah persepakbolaan Eropa. Dalam beberapa momentum, misalnya yang paling mencolok saat Ramadhan, mereka dituntut untuk tetap menjadi Muslim sejati sekaligus professional di lapangan. Bayangkan, mereka harus berpuasa sambil bertanding bola.
Namun, eksistensi Muslim di kesebelasan-kesebelasan Eropa kian semakin mencolok. Dalam Piala Eropa 2008 lalu, tercatat begitu banyak pemain Muslim yang berkiprah di lapangan hijau. Bahkan, konon Piala Eropa 2008 lalu mencatat rekor sebagai Piala Eropa dengan pemain Muslim terbanyak, walau tanpa harus memasukkan para pemain Turki yang notabene memang mayoritas Muslim. Sehingga, jika para pemain Muslim yang bertebaran di berbagai negara Eropa itu dikumpulkan, tercatat akan bisa membentuk kesebelasan sendiri beserta cadangannya. Dalam posisi kiper, ada nama Muslim Rami Shaaban (Swedia) dan Eldin Jakupovic (Swiss). Di posisi bek ada Renat Yanbayev (Rusia), Khalid Boulahrouz (Belanda) dan Eric Abidal (Prancis). Adapun di posisi gelandang ada nama Darijo Srna (Kroasia), Franck Ribery (Prancis), Samir Nasri (Prancis), Lassana Diarra (Prancis), Ibrahim Affelay (Belanda), Diniyar Bilyaletdinov (Rusia) dan Valon Behrami (Swiss). Sedangkan di posisi depan ada Robin Van Persie (Belanda), Nicolas Anelka (Prancis) dan Karim Benzema (Prancis).
Para pemain Muslim di kancah Eropa itu bukan hanya hadir sebagai pelengkap di timnya. Namun, mereka bermain sebagai andalan pelatih dan bintang lapangan. Lihat saja Robin Van Persie di Belanda dan di klubnya Arsenal. Atau, dulu lihatlah Zinedine Zidane di Prancis dicatat sebagai pemain yang berhasil membawa Prancis memanangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 dan menjadi pemain dengan nilai transfer termahal di klub saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid.
Selain itu, para pemain Muslim di kancah Eropa juga dikenal sebagai pemain yang memiliki sportifitas yang tinggi dan juga idealisme yang kokoh. Misalnya, Zidane dikenal sebagai pemain yang sangat santun dan spotif hingga ia pernah meraih gelar Pemain Terbaik Dunia. Namun, ketika idealismenya diusik oleh Materazzi pada Final Piala Dunia 2006 dengan melontarkan kata-kata rasis, ia langsung mengambil tindakan tegas dengan menyundul dada Materazzi tanpa peduli pada kartu merah. Atau, lihatlah Frederic Kanoute (pemain Muslim asal Mali yang bermain di Sevilla, Spanyol) yang memilih tetap berpuasa saat bertanding di Bulan Ramadhan serta membeli dan mewakafkan sebuah bangunan masjid di Sevilla, Spanyol, yang oleh pemiliknya hendak dijual pada Desember 2007 karena bangunan yang saat itu disewa dan dijadikan masjid oleh komunitas Muslim Sevilla itu telah habis masa kontraknya. Walau sangat getol membela Sevilla, namun ia tiba-tiba tak mau bermain saat klubnya itu memajang nama situs judi online yang menjadi sponsor utama Sevilla saat itu. Kanoute juga tak peduli mendapat hukuman saat menyampaikan pesan dukungannya terhadap rakyat Palestina yang tertindas di Gaza saat serangan brutral Israel melalui kaos bertulis “Palestina” dalam selebrasinya setelah ia mencetak gol.
Idealisme yang kokoh itu menunjukkan bahwa para pemain Muslim itu tak hanya memeluk Islam secara simbolik dan memahaminya sebagai atribut belaka. Namun, kata Ribery, “Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan. Hingga kemudian saya menemukan Islam.” Begitulah mereka memahami Islam.

Sabtu, 16 Juni 2012

Zionis Yahudi Membohongi dunia dengan Cerita Holocaust

Israil bangsa pembohong, sejak masa Nabi Musa mereka sudah dikenal dengan Bangsa pembohong dan penjajah. kebohongan yang paling besar mengenai Halocaust pembantaian bangsa yahudi oleh Nazi jerman, padahal itu semua adalah peristiwa yang tidak terjadi, hanya ingin menarik simpati dunia untuk bisa mendirikan negeri di Pelestina.
inilah Zionis Yahudi. mereka akan menghalalkan segala cara untuk bisa membohongi publik dunia tentang pembantaian yahudi.
 
Peristiwa-peristiwa spektakuler yang layak dikenal dan dikenang tak lepas dari preseden sejarahnya. Ia tetap bergelantungan dideret-deret pojok bisu sejarah, meski kita mengobrak-abrik, memanipulasi, dan menutup-nutupi. Bagaimana pun, sejarah lahir dari rahim kesadaran yang dihentakkan oleh bunyi realitas faktual, tak akan hilang keotentikannya.

Kini tak sedikit batu-bata sejarah digugat, di break down, hingga ditelanjangi sampai-sampai segepok pertanyaan yang menghinggap dibenak berangsur hilang. Secara logika, kita tak lagi mampu berdialog dengan sejarah. Karena, sejarah berdialog dengan kausalitas korelasi antara massa waktu saat itu dan kejadian sejarah. Maka dari itu, kita terkesan patah ketika hendak mendefinisikan, menafsirkan, apalagi menyimpulkan eksemplar uraian sejarah.

Sejarah Holocaust misalnya, yang saat ini mengundang pertanyaan dan kian temukan titik runcing kontroversinya. Bahkan, Ahmadinejad presiden Iran berani bersuara miris tentang Holocaust tersebut: “Sekarang, mereka (bangsa Eropa) telah menciptakan sebuah dongeng dengan nama Holocaust dan menganggapnya melebihi Tuhan, agama, dan ramalan.”

Holocaust adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan genocide (pemusnahan secara terencana) kelompok-kelompok minoritas di Eropa dan Afrika Utara pada Perang Dunia II oleh Adolf Hitler dan Nazi. Paham diskriminasi ras telah membawa Hitler menempatkan ras-ras lain berada dibawah ras Arya. Kelompok-kelompok bangsa yang dianggap ras bawah seperti Yahudi, Polandia, Rusia, Belarusia-Serbia, Afrika, dan Asia dicap sebagai golongan Untermensch (manusia rendahan) dan menjadi target khusus aksi “pembersihan” Nazi.

Istilah Holocaust awalnya berasal dari bahasa Yunani halekaustann, yang berarti sebuah korban persembahan kepada dewa yang “sama sekali (holos) terbakar (kaustos)”. Akhir abad ke-19, istilah “Holocaust” digunakan untuk menjelaskan malapetaka-malapetaka atau bencana-bencana. (hlm. 10). Berdasar pada Kamus Bahasa Inggris Oxford, kata Holocaust kali pertama digunakan untuk mendeskripsikan perlakuan Hitler kepada orang-orang Yahudi dari tahun 1942, walau kata ini belum menjadi referensi standar hingga tahun 1950-an. Akan tetapi, pada pengujung tahun 1970-an makna lazim dari kata ini menjadi genocide Nazi. Holocaust pun memiliki beragam nama-nama yang telah dikenal guna mendeskripsikan genocide. Seperti, Ha-Shoah (bahasa Yahudi), Khurbn atau Halukaust (bahasa Yiddi), Porajmos (bahasa Romania), Calopalenia atau Zaglada (penyebutan kedua nama ini di miliki Bahasa Polandia).

Tanggal 8 dan 9 November 1938, merupakan langkah awal dari Holocaust melakukan pemusnahan massal terencana (pogrom) Kristallnacht dan Program Euthanasia T. 4. Kemudian, dilanjutkan dengan proyek pembentukan pasukan-pasukan pembunuh (killing squads) dan kamp-kamp pemusnahan (extermination camps) yang berniatan memiliki usaha terorganisir secara besar-besaran serta terpusat untuk membantai setiap orang yang menjadi target Adolf Hitler dan pasukan-pasukan Nazi. Ditengarai dari peristiwa dahsyat Holocaust, kebanyakan korbannya adalah orang-orang Yahudi di Eropa. Kira-kira 6 juta orang Yahudi terbunuh pada masa Holocaust. Mereka (orang-orang Yahudi), oleh Nazi disebut “Solusi Final atas Permasalahan Yahudi” (die Endlosung der Judenfrage) atau “pembersihan” (die Reinigung).

Untuk memperlancar misi Holocaust, beragam cara berbau kekejaman dilakukan. Seperti, membangun kamp-kamp kosentrasi dan kerja paksa (1933-1945), penyiksaan (1938-1941), euthanasia (1939-1941), ghetto-ghetto (1940-1945), pasukan-pasukan kematian (1941-1943), kamp-kamp pemusnahan (1942-1945), serta prosesi kematian dan pembebasan (1944-1945). Cara-cara demikian itulah, yang dilakukan oleh para pemimpin Nazi dalam “menghabisi” ras-ras lain selain ras Arya.

Holocaust dan fenomena sejarah mengenai Nazisme, telah menjadi simbol gelap pada kejahatan-kejahatan yang terjadi pada abad ke-20, juga sebagai subyek dari studi-studi sejarah, psikologi, sosiologi, sastra, dan filsafat. Satu pertanyaan filosofis dilontarkan oleh Wilhelm Reich pada awal tahun 1933 di Mass Psychology of Fascism adalah misteri dari ketaatan rakyat Jerman atas operasi yang sangat “gila” tersebut. Karena, pada saat itu kategori oposisi biner dengan dobrakan gila Nazi tak terlalu mencuat. Kemudian, muncullah buku Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963), yang ditulis oleh Hannah Arendt. Dengan begitu, Arendtlah sebagai orang pertama yang berani memproklamirkan sikap dirinya terhadap Nazi, bahwa tindakan Nazi itu adalah “sadisme” dan kental “kekejaman.”

Holocaust FiksiKebenaran berita Holocaust pada saat ini, kuat indikasi mulai dipertanyakan. Benarkah Holocaust ada? Benarkah 6 juta jiwa orang Yahudi terenggut oleh kekejaman Nazi? Ataukah itu hanya sebuah rancangan konspirasi zionis Yahudi untuk membenarkan langkah-langkah politik mereka di panggung dunia? Kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi centang perenang dan siap menggerus kebenaran Holocaust.

Holocaust denial atau penyangkal Holocaust (biasanya disebut revisionisme Holocaust oleh para pendukungnya) adalah kepercayaan bahwa genocide orang-orang Yahudi dan kelompok-kelompok minoritas lainnya selama Perang Dunia II –masa Holocaust– tak pernah terjadi, atau apabila benar terjadi, akibat yang disebabkan tidak sebesar apa yang diyakini pada masa sekarang. Bahkan, ada dari para penyangkal Holocaust, yang sama sekali tak percaya atas korban pada masa Holocaust, “Bagaimana mungkin 6 juta orang Yahudi dibunuh pada masa Holocaust jika hanya terdapat 3 juta jiwa orang Yahudi saat itu?”

Sebagian besar penyangkalan Holocaust menyatakan secara tidak langsung, bahwa Holocaust adalah sebuah cerita bohong yang dengan sengaja diciptakan oleh orang Yahudi untuk memajukan kepentingan mereka dengan mengorbankan orang lain. (hlm. 81). Karena alasan ini, penyangkalan Holocaust umumnya dianggap sebagai sebuah teori konspirasi anti-semitik (sikap antipati terhadap bangsa Semit, khususnya orang Yahudi).

Penyangkalan Holocaust dipandang secara luas sebagai kegagalan dalam mengikuti peraturan-peraturan perlakuan bukti, peraturan-peraturan yang dikenal sebagai dasar dalam penyelidikan yang rasional. Konsensus yang kuat adalah apabila bukti yang diberikan oleh mereka yang selamat, saksi-saksi mata, dan para sejarawan. Sehingga, kebenaran sejarah disini dipertaruhkaan lewat jangkauan-jangkauan rasio yang masuk akal. Adalah hal yang tidak masuk akal untuk meminta orang-orang memberikan klaim guna membuktikan bahwa bukti-bukti mereka “sungguh nyata” dari kenyataan yang sudah jelas, kecuali ada beberapa alasan khusus yang dapat dipercaya untuk memercayai bahwa bukti-bukti tersebut mencurigakan.

Kendati pun sejarah dimanipulasi, kebenaran Holocaust dipertanyakan, dan diputar balik faktanya tak akan hilang jejak-jejak sejarahnya. Bantuan buku ini menawarkan sisi keseimbangan fakta-fakta Holocaust yang bergelantungan dideret-dideret laci sejarah, sehingga kelesuan yang menggiring terhadap pergulatan politik tak dapat ditambat. Kesejatian sejarah, kalau sudah dibenturkan kepada kepentingan-kepentingan politik akan dapat ditebak telah mengalami kekaburan-kekaburan fakta. Minimal lewat buku ini menghantarkan pemahaman mereka yang ingin mengetahui titik-titik kontroversi akut sejarah Holocaust yang tak lepas dari ruang lingkup syak wasangka kebenarannya.

Sabtu, 09 Juni 2012

Indonesia Negara 1000 Duplikat

Indonesia adalah salah satu negara yang masyarakatnya multi kultural dan negara berpulau. Nagara yang penduduknya 95 persen beragama islam, walaupun yang taat beragama hanya sekian persen. Akan tetapi indonesia termasuk salah satu negara yang berpenduduk terbesar dunia dan terletak di garis katulistiwa yang mempunyai dua musim.
Indonesia termasuk negara yang berkembang sekaligus negara yang ramah terhadap para pengunjung, pemandangan di indonesia sudah diketahui oleh negara lain, sehingga banyak yang berkunjung keindonesia untuk berlibur atau kuliner.
Indonesia mempunyai banyak kelebihan hampir dari segala segi, terutama mengenai HAM. Masalah Hak Asasi Manusia di indonesia bukan didasarkan pada HAM Agama melainkan Ham yang di terima dari negara Komunis dan negara Amerika. Padahal dalam islam HAM itu sudah tepat dan sangat tepat diterapkan di indonesia, akan tetapi kita terlalu takut dengan Amerika Serikat sehingga ajaran agama yang dipraktekkanpun melanggar HAM, contoh orang tua kadang mencubit atau sekedar memberi sanksi bersifat keras sudah melaggar HAM dan banyak yang lainnya. Banyak orang berkata HAM yang diterapkan di indonesia hampir seluruhnya diambil dari Barat.
Selanjutnya indonesia termasuk salah satu negara kaya budaya, akan tetapi kurang untuk membudidayakannya. Sehingga banyak kita saksikan di televisi kususnya mengenai budaya tarik suara. Ketika di negara lain maju mengenai boy band kita juga ikut cimplung mempraktekkannya di indonesia. Ketika negara lain membuat kompotesi lagu berupa IDOL kita juga IDODOL, dengan kata lain negara kita indonesia adalah negara 1000 Duplikat.
Ada juga yang membuat suatu acara hasil dari pemikiran anak bangsa, tetapi sangat minim dan kebanyakannya adalah Copy Paste dari luar. Karena duplikat dari negara lain maka kemajuan satu negara akan berjalan ditempat sampai kapanpun. Orang tidak lagi mengenal yang mana budaya Indonesia.
Identitas kita selaku bangsa melayu dan budaya ketimuran hilang lantaran duplikat, banyak anak bangsa mengetahui hal ini, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak lantaran banyak yang lainnya mengejar materi semata. Soal kualitas belakangan, soal menghasilkan Fulus didepan.
Maka negara kita indonesia dimasa yang akan datang terus mengcopy kepunyaan orang lain. Tidak tetap pendirian, malas berpikir, bosan dalam Inovasi.
Lihatlah Senetron Kita, banyak manfaat bagi bangsa , atau sebaliknya makin membuat anak bangsa bodo dan ketinggalan Zaman dalam pendidikan karena lalai dengan Senetron yang kurang berbobot. Yang dipertontonkan hanyalah materi, Sex, dan kebebasan, kurang mengandung pendidikan.
Kalau kita selusuri di TV, tayangan yang berupa nasehat dan pendidikan Agama, ditayangkan pada jam 3 Malam, jadi siapa yang toton.
Kemabali kesoal duplikat. Boleh anda perhatikan dan saksikan betul apa tidak dengan pendapat saya,, bahwa negara kita adalah negera 1000 duplikat..

Jumat, 08 Juni 2012

Benteng Palestina Mulai Rontok

 Islam diporak-porandakan oleh kaum kafir, gejolak timur tengah makin membuat islam terpecah belah. Amerika serikat dan Zionis Yahudi mulai berhasil menjalankan misi pecah belah diantara ummat islam. Kaum Wahabi yang disponsori Arab Saudi makin berani menindas ummat islam di Suriah. Senjata dan amunisi terus dipasok ke pemberontak bekerjasama dengan Zionis dan Amerika untuk menghancurkan benteng terakir ummat islam di Pelestina.

Juru Bicara Majlis Perlemen Iran Ali Larijani menggambarkan kerusuhan yang terus berlangsung di Suriah sebagai bagian dari skema habis-habisan kekuatan global untuk menghilangkan perlawanan terhadap rezim Zionis (Israel).

"Segala kerusuhan dan kekerasan akan merugikan poros perlawanan di kawasan itu," tegas Larijani dalam pertemuan dengan Sekretaris Front Pembebasan Palestina (PFLP) Ahmed Jibril, Rabu (6/6).

"Ada skema kekuatan global di Suriah yang bertujuan untuk merusak negara independen dan pembongkaran semua jenis perlawanan terhadap rezim Zionis," katanya lagi.

Dia mencatat, bagaimanapun, revolusi populer di wilayah ini telah membuka sebuah "prospek luas dalam perjuangan melawan rezim Zionis," dan mengisolasi Israel.

Para anggota parlemen juga menekankan dukungan habis-habisan dan tanpa syarat untuk bangsa Palestina. Ia juga mencatat bahwa pendiri akhir Republik Islam Iran, Imam Khomeini telah membuka isu Palestina menjadi isu yang paling signifikan di dunia Muslim dan membuka bab baru dalam perlawanan terhadap rezim Israel.

Ahmed Jibril, menggambarkan Iran sebagai satu-satunya negara yang berdiri di samping bangsa Palestina pada saat-saat paling sulit. Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret dengan aksi teror oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan polisi dan penjaga perbatasan Suriah di seluruh negeri.

Senin, 04 Juni 2012

Ahmad Dhani jadi pengikut feminis penghina nabi

JAKARTA (Arrahmah.com) - Beberapa hari ini pemberitaan mengenai sosok penulis feminis Irshad Manji begitu menggema di media. Banyak orang yang penasaran dengan feminis penghinan nabi asal Kanada itu, salah satunya musisi Ahmad Dhani.

Sebagaimana diberitakan tempo.co, saking penasaran, motor band Dewa ini mencari Irshad Manji di Twitter dan dia langsung menjadi pengikut penulis buku Allah, Liberty and Love itu. 

@AHMADDHANIPRAST: Todai, i follow @irshadManji..ada yg keberatan???dulu ogut gak tau siapa doi..gara2 ada yg sok sok an ganggu doi..jd penasaran..

Diskusi Allah Liberty & Love di Gedung Salihara, Jumat, 4 Mei 2012  dibubarkan masyarakat. Hal yang sama terjadi pada Rabu, 9 Mei 2012 ketika akan berdiskusi buku yang sama di Yogyakarta kembali dibubarkan. 

Sebagaimana diketahui, Irshad Manji sendiri, merupakan sosok feminis yang sangat sering menghujat Islam. Dalam bukunya , ‘Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini’, mengungkapkan Cerita bernada penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW dengan menuduh Rasulullah telah mengedit al-Qur’an dan keraguan terhadap al-Qur'an melalui riwayat lemah dan palsu yang menjadi favorit kaum orientalis untuk menyerang al-Quran dan Nabi Muhammad saw.

"Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad  bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian  mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut". Cerita ini yang pernah diungkap pula oleh terfatwa mati Salman Rushdie dalam novelnya yang menghina nabi  'Ayat-ayat Setan'. (bilal/tempo/arrahmah.com)